FUIB Desak Mantan Gubernur Kalbar Cornelis Minta Maaf | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

FUIB Desak Mantan Gubernur Kalbar Cornelis Minta Maaf

Posted by On 3:15 PM

FUIB Desak Mantan Gubernur Kalbar Cornelis Minta Maaf

Pimpinan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Selasa (26/6/2018) siang, usai melaporkan mantan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama. Fabian Januarius Kuwado Pimpinan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Selasa (26/6/2018) siang, usai melaporkan mantan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Umat Islam Indonesia Bersatu (FUIB) mendesak mantan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis untuk meminta maaf terkait pidato di dalam video yang viral, baru-baru ini.

Pidato itu, pada Selasa (26/6/2018) siang, dilapo rkan ke Bareskrim Polri karena diduga bermuatan penodaan agama.

"Kalaupun Cornelis benar-benar menyadari kesalahannya, silahkan meminta maaf dan menyerahkan diri ke Bareskrim Polri," ujar Ketua Umum FUIB Rahmat Himran di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa siang.

Baca juga: FUIB Laporkan Mantan Gubernur Kalbar Cornelis ke Bareskrim atas Dugaan Penistaan Agama

Meski demikian, Rahmat menegaskan bahwa permintaan maaf Cornelis itu tidak akan menggugurkan laporan polisi yang baru dibuat.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis saat menerima penghargaan sebagai pembina perbankan terbaik pada Anugerah Perbankan Indonesia VI Tahun 2017 di Hall Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura (23/8/2017).Dok. Humas Pemprov Kalbar Gubernur Kalimantan Barat Cornelis saat menerima penghargaan sebagai pembina perbankan terbaik pada An ugerah Perbankan Indonesia VI Tahun 2017 di Hall Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura (23/8/2017).

"Permohonan maaf kami terima. Pintu maaf terbuka. Kita dalam beragama menerima permohonan maaf. Tapi proses hukum jalan terus. Tidak ada istilahnya menarik laporan dan Cornelis harus tetap dihukum berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku," ujar Rahmat.

FUIB pun berkomitmen untuk mengawal laporan atas Cornelis tersebut hingga ke tahap pengadilan.

"Persoalan ini akan kita kawal sampai ke pengadilan dan ini harus diusut tuntas supaya Cornelis diadili sesuai peraturan perundangan yang berlaku," ujar dia.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Dugaan Penistaan Agama yang Menjerat Sukmawati Dihentikan

Diberitakan, Rahmat Himran, Selasa siang, melaporkan mantan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis ke Bareskrim Polri atas perkara dugaan penistaan agama.

Surat tanda terima laporan tercatat di Sentra Pelayana n Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri dengan Nomor STTL/669/VI/2018/BARESKRIM. Adapun, nomor Laporan Polisi (LP) tersebut, yakni LP/B/780/VI/2018/BARESKRIM tertanggal, Selasa 26 Juni 2018.

"Barusan, laporan kami secara resmi diterima Bareskrim Polri. Saya sebagai Ketua Umum FUIB yang juga merupakan pelapor atas kasus ini berharap Bareskrim secepatnya merespons kasus ini dengan serius," ujar Rahmat, seusai melapor.

Baca juga: Kasus Penistaan Agama, Pemilik Rumah Mengenal Al-Quran Divonis 2 Tahun Bui

Dugaan penistaan agama atas Cornelis didasarkan pada video pidato Cornelis yang beredar di media sosial. Dalam pidato di video itu, ada kalimat yang menurut FUIB, melecehkan agama Islam.

Pidato Cornelis dinilai berpotensi menimbulkan konflik berbasis SARA di masyarakat Kalimantan.

Oleh sebab itu, dalam laporannya ini, Rahmat turut membawa sejumlah barang bukti. Antara lain, video pidato yang didapatkan dari jejaring FUIB di Kalimantan Barat.

Rahmat mengklaim, video yang dijadikan barang bukti tersebut tidak disunting sama sekali.

"Kami membawa bukti video pidato Cornelis utuh dari awal sampai selesai. Kami mendapatkan video dari kawan kita di Kalimantan Barat. Karena mereka menilai kami adalah salah satu ormas Islam yang terdepan dalam melawan berbagai bermacam penistaan agama di Indonesia," kata Rahmat.

Kompas TV Polisi memeriksa ketua umum Cyber Indonesia, Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda sebagai Pelapor.

Berita Terkait

Orang yang Terjerat Kasus Penistaan Agama Meningkat di Era Reformasi

Dalam Kasus Penistaan Agama, Pemerintah Dinilai Memihak Mayoritas

Diduga Lakukan Penistaan Agama, Seorang Pengusaha Asal Medan Diadili

Survei Media: Isu Penistaan Agama Pengaruhi Persepsi Publik Terhadap Polisi

Terkini Lainnya

AHY Sebut Menang Pilkada Akan Semangati Demokrat Menang Pemilu 2019

AHY Sebut Menang Pilkada Akan Semangati Demokrat Menang Pemilu 2019

Nasional 27/06/2018, 05:02 WIB Mendengar Suara Asli Bung Karno Dalam Hening di Monas...

Mendengar Suara Asli Bung Karno Dalam Hening di Monas...

Megapolitan 27/06/2018, 05:00 WIB Kontras Nilai Faktor Permisif Aparat Sebabkan Penyiksaan Terus Terjadi

Kontras Nilai Faktor Permisif Aparat Sebabkan Penyiksaan Terus Terjadi

Nasional 27/06/2018, 04:47 WIB MA AS Dukung Kebijakan Kontroversial 'Travel Ban' Trump

MA AS Dukung Kebijakan Kontroversial "Travel Ban" Trump

Internasional 26/06/2018, 23:59 WIB Jepang Bentuk Divisi Khusus untuk Tangani Isu Terkait Korea Utara

Jepang Bentuk Divisi Khusus untuk Tangani Isu Terkait Korea Utara

Internasional 26/06/2018, 23:44 WIB Catatan Kritis Kontras Terkait Pasal Penyiksaan dalam RKUHP

Catatan Kritis Kontras Terkait Pasal Penyiksaan dalam RKUHP

Nasional 26/06/2018, 23:35 WIB Jelang Pencoblosan, Polri dan TNI di Jabar Gelar Patroli Skala Besar

Jelang Pencoblosan, Polri dan TNI di Jabar Gelar Patroli Skala Besar

Regional 26/06/2018, 23:35 WIB Persoalan yang Harus Diwaspadai Jelang Pencoblosan Pilkada Jabar

Persoalan yang Harus Diwaspadai Jelang Pencoblosan Pilkada Jabar

Regional 26/06/2018, 23:23 WIB

Sebut Erdogan Diktator, Ketua Partai Oposisi Turki Tolak Beri Selamat

Internasional 26/06/2018, 23:11 WIB Laporan Dana Kampanye Telat, 1 Paslon Bupati Sinjai Didiskualifikasi

Laporan Dana Kampanye Telat, 1 Paslon Bupati Sinjai Didiskualifikasi

Regional 26/06/2018, 23:06 WIB Polri Ingatkan Lagi Lima Daerah Rawan Konflik Saat Pilkada 2018

Polri Ingatkan Lagi Lima Daerah Rawan Konflik Saat Pilkada 2018

Nasional 26/06/2018, 22:58 WIB Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat Nyoblos di Medan

Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat Nyoblos di Medan

Regional 26/06/2018, 22:56 WIB Kebakaran di Tanah Tinggi Diduga akibat Kebocoran Selang Kompor Gas

Kebakaran di Tanah Tinggi Diduga akibat Kebocoran Selang Kompor Gas

Megapolitan 26/06/2018, 22:49 WIB Polri Siagakan 18.000 Personel untuk Amankan Pilkada Papua 2018

Polri Siagakan 18.000 Personel untuk Amankan Pilkada Papua 2018

Nasional 26/06/2018, 22:33 WIB Seorang Remaja Selamatkan Diri Saat Pesawat yang Ditumpangi Jatuh

Seorang Remaja Selamatkan Diri Saat Pesawat yang Ditumpangi Jatuh

Internasional 26/06/2018, 22:29 WIB Load MoreSumber: Berita Kalimantan Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »