BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Melambat | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Melambat

Posted by On 4:43 PM

BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Melambat

AKURAT.CO, mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi pada triwulan I-2018 sebesar 5,11 persen, atau melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya

"Dibandingkan pada periode yang sama dari dua tahun sebelumnya ada perlambatan pertumbuhan. Kami mencatat pada triwulan I-2016 pertumbuhan ekonomi kita sebesar 5,20 persen dan triwulan I-2017 sebesar 5,17 persen, " ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar dikutip dari Antara, Rabu (18/7).

Ia merincikan bahwa dilihat dari sisi penggunaan, konsumsi rumah tangga andil paling besar yakni sebesar 2,43 persen.
"Setelah itu baru disusul oleh ekspor luar negeri dengan kontribusi sebesar 2,39 persen dan disusul sisi penggunaan lainnya," kata dia.
Sementara itu dari sisi sektoral lapangan usaha pertanian mengambil andil pertumbuhan ekonomi Kalbar paling dominan yaitu sebesar 1,89 persen.
"Sektor pertan ian saat ini sangat memiliki peran penting di Kalbar. Pertanian masih menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Kalbar," katanya.
Pihaknya optimistis pertumbuhan ekonomi Kalbar membaik. Hal itu kata dia seiiring pertumbuhan ekonomi dunka membaik. Dengan begitu maka mendorong peningkatan permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan.
"Harga komoditas dunia kian membaik pula sehingga kinerja ekspor komoditas unggulan seperti CPO, karet, bauksit dan lainnya. Pada Pilkada serentak kemarin juga turut mendorong," jelas dia.
Menurutnya, risiko terhadap pertumbuhan ekonomi yang mesti diperhatikan, di antaranya, kebijakan perdagangan negara tujuan ekspor utama.

Penyaluran Kredit UMKM Citibank Masih 8 Persen

BI Siapkan Insentif Bagi UMKM Usai Kenaikan Suku Bunga Acuan

BI Klaim 70 Persen Bank Asing Patuhi Kredit UMKM

"Ada potensi negara tujuan utama menahan impor beberapa komoditas, termasuk dari Kalbar," imbuhnya.
menambahkan untuk jangka menengah ada perlambatan harga komoditas. Selain itu stabilitas keamanan menjelang Pemilu perlu dijaga agar tidak menahan konsumsi dan investasi.

"Anomali cuaca dan kabut asap juga harus diperhatikan. Kalau tidak, berpotensi menahan kinerja sektor pertanian dan distribusi pangan," tandasnya. []

Sumber: Berita Kalimantan Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »