GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kapolda sebut 182 desa di Kalbar rawan kebakaran hutan dan lahan

Kapolda sebut 182 desa di Kalbar rawan kebakaran hutan dan lahan

Merdeka > Peristiwa …

Kapolda sebut 182 desa di Kalbar rawan kebakaran hutan dan lahan

Merdeka > Peristiwa Kapolda sebut 182 desa di Kalbar rawan kebakaran hutan dan lahan Senin, 23 Juli 2018 12:09 Reporter : Saud Rosadi Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Provinsi Kalimantan Barat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dari 2.000-an desa di Kalimantan Barat, lebih 150 desa rawan Karhutla. Dua hari l alu, kepolisian menangkap 2 pembakar lahan yang menghanguskan sekitar 6 hektare.

BERITA TERKAIT
  • Jelang musim kemarau, ini strategi pemerintah Jokowi cegah kebakaran hutan
  • Ini strategi APP Sinar Mas wujudkan Asian Games 2018 bebas asap kebakaran hutan
  • Sejak 2015, areal kebakaran hutan diklaim telah turun 95 persen

"Di Kalimantan Barat, kami bersama BPBD Kalbar, sudah memetakan rawan Karhutla. Di Kalbar ada 2.130 desa, di mana 182 desa yang berpotensi terjadinya Karhutla," kata Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono di ruang Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (23/7).

Dalam kesempatan itu, hadir juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, yang sedang melakukan kunjungan kerja terkait penanganan Karhutla.

Didi menerangkan, dari 182 desa itu juga, telah dipetakan areal lahan gambut dan juga areal tanah rapat. "Daerah-daerah itu, harus ka mi pantau terus karena tingkat kerawanan terjadinya Karhutla sangat tinggi," ujar Didi.

Didi memastikan, kepolisian tegas terhadap pelaku pembakar lahan di Kalimantan Barat. Dua hari lalu misalnya, dua pelaku pembakar lahan di Pontianak Utara dan Kubu Raya, ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

"Kami koordomasikan bersama Kejati Kalbar. Satu pelaku TKP-nya di Pontianak Utara. Dan satu lagi di Kubu Raya," sebut Didi.

"Satu pelaku diupah membuka lahan dengan membakar. Ternyata setelah dibakar, apinya melebar dan hampir habis 4 hektare di Pontianak Utara. Yang di Kubu Raya, habis 2 hektare," tambahnya.

Penangkapan kedua pelaku, menurut Didi, dilakukan bersama dengan masyarakat. "Tersangkanya dapat, bersama dengan bantuan masyarakat kita lakukan penangkapan. Kita proses hukum dan dua-duanya kita tahan di Polresta (Polresta Pontianak)," terang Didi.

Di sisi lain, Didi berharap para pelaku pembakar lahan, mendapatk an efek jera. "Kita koordinasi dengan Kejaksaan, supaya disanksi tegas. Coba aturan 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar itu diterapkan," tegas Didi. [cob]

Baca Juga:
50 Hektare lahan hutan di Aceh terbakarMelihat lebih dekat helikopter BNPB padamkan kebakaran hutan di SumselHutan konservasi pengawasan BKSDA Riau terbakar 15 hektareKejari Bengkalis setor uang hasil korupsi dan kebakaran hutan Rp 5,1 M ke negara56 Titik panas terpantau di wilayah Sumut
Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Hutan
  2. Kabut Asap Kalimantan
  3. Samarinda
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Kemenangan Khofifah bukti 'The power of emak-emak' paling kuat di Jatim

  • Cagub ditahan KPK, Wagub Maluku Utara berharap tetap dilantik

  • Keluarga mantan kepala daerah kalah bukti publik tolak politik dinasti

Rekomendasi

Sumber: Berita Kalimantan Barat

No comments