Ormas Dayak Kalimantan Barat Protes Pernyataan Sutopo BNPB | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ormas Dayak Kalimantan Barat Protes Pernyataan Sutopo BNPB

Posted by On 8:19 PM

Ormas Dayak Kalimantan Barat Protes Pernyataan Sutopo BNPB

Ormas Dayak Kalimantan Barat Protes Pernyataan Sutopo BNPB Reporter:

Antara

Editor:

Juli Hantoro

Kamis, 30 Agustus 2018 15:32 WIB
Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang,  di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang, di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

TEMPO.CO, Jakarta - Ormas Dayak se-Kalimantan Barat, menuntut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho meminta maaf langsung ke masyarakat Dayak di Kalbar.

Baca juga: Tokoh Dayak Ini Meminta Pemindahan Ibu Kota Tak Sekadar Wacana

Dalam orasinya di depan Kantor DPRD Kalbar, Sekretaris MADN, Yakobus Kumis di Pontianak meminta Sutopo Purwo Nugroho agar hadir di Kalbar untuk menjelaskan permasalahan tersebut paling lambat tujuh hari terhitung aksi hari ini.

"Pernyataan Sutopo, bahwa gawai serentak memicu kebakaran hutan dan lahan, tidak bisa kami terima, karena selama ini masyarakat Dayak dengan kearifan lokalnya tidak merusak hutan, dan kami sudah ribuan tahun berladang," katanya.

Ia juga mengajak, siapa saja untuk turun langsung ke kampung-kampung guna melihat secara langsung bagaimana masyarakat Dayak membakar lahan dengan cara kearifan lokal, dan sudah jelas pihaknya jug a tidak membakar lahan gambut.

Baca juga: Penyebab Dewan Adat Dayak Beri Gelar Kehormatan untuk Jusuf Kalla

Sebelumnya lewat keterangan persnya, Sutopo Purwo Nugroho menyebut masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sambas, Ketapang, Kubu Raya dan lainnya memiliki tradisi gawai serentak yaitu kebiasaan persiapan musim tanam dan membuka lahan dengan cara membakar.

Namun Sutopo menyatakan tidak bermaksud menghina atau mencap tradisi gawai serentak sebagai penyebab semakin banyaknya kabut asap.

Ketua Perhimpunan Perempuan Dayak Kalbar, Katarina Lies mengatakan, pihaknya (suku Dayak) merasa tersinggung dengan pernyataan Sutopo dan pihaknya selalu dikambinghitamkan atas kejadian kebakaran hutan dan lahan sehingga berdampak asap tersebut.

"Kami hidup sebagai orang Dayak, makan dari beras hasil ladang, sehingga asap bukan bersumber dari Dayak, jangan lagi mengkambinghitamkan gawai," ujarnya.

Menurut dia, kalau dilarang berladang, mampukan pemerintah me mberikan makan pada masyarakat. "Sekarang kami menuntut pak Sutopo menyelesaikan masalah ini, sehingga ke depan tidak ada lagi yang dikambinghitamkan kalau terjadi Karhutla dan menyebabkan kabut asap," ujarnya.

Dalam aksinya, Ormas Dayak se-Kalbar, intinya menuntut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho untuk hadir di pengadilan adat Dayak di Pontianak, untuk diadili secara adat-istiadat, dan hukum adat Dayak paling lama tujuh hari setelah surat tersebut diterima.

Kemudian, meminta Sutopo mencabut pernyataan dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Dayak, baik melalui media lokal maupun nasional, kemudian meminta agar Sutopo dapat menghormati kearifan lokal masyarakat Dayak dalam bingkai NKRI, serta mengingatkan kepada pihak manapun agar tidak mudah mengeluarkan pernyataan serupa, yang dapat mendiskreditkan masyarakat Dayak.

Baca juga: Inilah Daerah Langganan Kebakaran Hutan dan Lahan Menurut BNPB

Sementara itu, Wa kil Ketua DPRD Kalbar, Suriyansah mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan masyarakat Dayak. "Kami akan proses agar dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan," katanya.

Kepala BNPB Kalbar, TTA Nyarong menyatakan, dirinya akan menyampaikan pernyataan sikap dari Ormas Dayak se-Kalbar tersebut kepada pak Sutopo langsung.

"Sore ini saya berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan pernyataan sikap tersebut," katanya.

Sebelumnya, secara tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, dirinya atas nama pribadi dan sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB tidak ada maksud menghina dan mencap bahwa tradisi gawai penyebab semakin banyaknya kabut asap.

"Atas nama pribadi dan sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, saya mohon maaf kepada masyarakat Dayak di seluruh Indonesia, atas kekhilafan penulisan yang mengakibatkan penafsiran yang salah," ujarnya.

< p>Ia berharap masalah ini selesai sampai disini dan tidak diperpanjang kembali. Keterangan pers yang disebarkan ke media tidak ada tendensi lain dalam mengeluarkan pernyataan, kecuali dari membaca laporan, karena pernyataan yang sama juga dikeluarkan oleh KLHK dan sebagainya.

Lihat Juga


Terkait
  • 400 Insinyur akan Dampingi Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok

    400 Insinyur akan Dampingi Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok

    2 hari lalu
  • Pemerintah Telah Cairkan Rp1,9 Triliun untuk Korban Gempa Lombok

    Pemerintah Telah Cairkan Rp1,9 Triliun untuk Korban Gempa Lombok

    4 hari lalu
  • Jusuf Kalla Pimpin Rapat Penanganan Korban Gempa Lombok

    Jusuf Kalla Pimpin Rapat Penanganan Korban Gempa Lombok

    4 hari lalu
  • Menkeu Serahkan Bantuan Korban Gempa Lombok Secara Bertahap

    Menkeu Serahkan Bantuan Korban Gempa Lombok Secara Bertahap

    8 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

    Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

    2 jam lalu
  • Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

    Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

    11 jam lalu
  • KPK Tahan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Idrus Marham

    KPK Tahan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Idrus Marham

    15 jam lalu
  • KPK Tahan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Idrus Marham

    KPK Tahan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Idrus Marham

    15 jam lalu
  • Foto
  • Idrus Marham Resmi Jadi Tahanan KPK

    Idrus Marham Resmi Jadi Tahanan KPK

    15 jam lalu
  • Jokowi Lepas Ratusan Kontingen Garuda TNI ke Kongo dan Lebanon

    Jokowi Lepas Ratusan Kontingen Garuda TNI ke Kongo dan Lebanon

    20 jam lalu
  • Dukungan Tokoh Keberagaman untuk Meliana

    Dukungan Tokoh Keberagaman untuk Meliana

    1 hari lalu
  • Ini Wajah-wajah Tersangka OTT PN Medan

    Ini Wajah-wajah Tersangka OTT PN Medan

    2 hari lalu
  • Video
  • Ma'ruf Amin Pastikan Yusuf Mansur Bergabung di Tim Sukses

    18 jam lalu
  • Puan Maharani Sebut Tiga Kriteria Calon Ketua Timses Jokowi

    Puan Maharani Sebut Tiga Kriteria Calon Ketua Timses Jokowi

    22 jam lalu
  • Erick Thohir Disebut-sebut Calon Ketua Tim Sukses Jokowi

    Erick Thohir Disebut-sebut Calon Ketua Tim Sukses Jokowi

    1 hari lalu
  • Rekam Jejak Nicke Widyawati Bos Baru Pertamina

    Rekam Jejak Nicke Widyawati Bos Baru Pertamina

    1 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Tak Terbukti

  • 2

    KPK: Satu Saksi Suap PLTU Riau-1 Sebut Keterlibatan Sofyan Basir

  • 3

    Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

  • 4

    Pelapor Dugaan Mahar Politik Sandiaga Protes Putusan Bawaslu

  • 5

    Gempa 5,1 SR Guncang Mataram, NTB

  • Fokus
  • Penutupan Asian Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

    Penutupan Asian Games, Te rorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

  • Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

    Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

  • Pemerintah Kembali Impor Beras, Ini Kata Kementan

    Pemerintah Kembali Impor Beras, Ini Kata Kementan

  • PM Imran Khan Galang Protes Soal Kontes Kartun Nabi Ala Wilders

    PM Imran Khan Galang Protes Soal Kontes Kartun Nabi Ala Wilders

  • Terkini
  • Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

    Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

    2 jam lalu
  • Perjalanan Idrus Marham dalam Dugaan Suap Proyek PLTU Riau-1

    Perjalanan Idrus Marham dalam Dugaan Suap Proyek PLTU Riau-1

    3 jam lalu
  • Demokrat Desak Bawaslu Batalkan P   encalegan Eks Napi Korupsi

    Demokrat Desak Bawaslu Batalkan Pencalegan Eks Napi Korupsi

    3 jam lalu
  • Rencana Jokowi Menengok Korban Gempa Lombok Dihantui Malaria

    Rencana Jokowi Menengok Korban Gempa Lombok Dihantui Malaria

    4 jam lalu
  • Menteri Jadi Timses Bisa Maladministrasi, Hasto: Ada Bawaslu Kok

    Menteri Jadi Timses Bisa Maladministrasi, Hasto: Ada Bawaslu Kok

    8 jam lalu
  • Ombudsman Tegur Sikap Ngabalin Bela Jokowi, PDIP: Tugas   nya Begitu

    Ombudsman Tegur Sikap Ngabalin Bela Jokowi, PDIP: Tugasnya Begitu

    8 jam lalu
  • Sekitar 3,28 Juta Pemilih Terdaftar di Nusa Tenggara Timur

    Sekitar 3,28 Juta Pemilih Terdaftar di Nusa Tenggara Timur

    11 jam lalu
  • Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

    Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

    12 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Bos Alibaba Group Jack Ma akan Hadiri Penutupan Asian Games 2018

    Direktur Utama Alibaba Group, Jack Ma akan menghadari penutupan Asian Games 2018 pada 2 September 2018.

    Sumber: Berita Kalimantan Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »