Ini kata perusahaan sawit soal kebakaran lahan di Kalimantan Barat | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ini kata perusahaan sawit soal kebakaran lahan di Kalimantan Barat

Posted by On 10:09 PM

Ini kata perusahaan sawit soal kebakaran lahan di Kalimantan Barat

Merdeka > Uang Ini kata perusahaan sawit soal kebakaran lahan di Kalimantan Barat Senin, 17 September 2018 21:29 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Induk perusahaan kelapa sawit di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Gama Plantation menyebut bahwa pihaknya bersama unsur kepolisian setempat dan TNI telah membantu memadamkan api pada lahan warga yang kebakara n. Ini sekaligus mengonfirmasi bahwa kebakaran yang terjadi bukan di lahan sawit perusahaan.

BERITA TERKAIT
  • Pembukaan lahan sawit bikin populasi Orangutan di Aceh makin terjepit
  • Jokowi dan Anwar Ibrahim sepakat perjuangkan sawit di pasar internasional
  • Perusahaan di Inhu diduga rambah hutan lindung jadi perkebunan sawit

"Perlu kami tegaskan kembali bahwa area tanaman sawit perusahaan tidak ada yang terbakar dan tidak ada yang disegel. Seluruh operasional masih berjalan normal, dan kami tetap melanjutkan komitmen 'zero burning' serta memiliki program pencegahan kebakaran lahan secara komprehensif," kata Legal Head Gama Plantation, Djuaman di Jakarta seperti ditulis Antara, Senin (17/9).

Gama Plantation sendiri adalah induk usaha dari PT Sumatera Unggul Makmur (PT SUM), PT Putra Lirik Domas (PT PLD) dan PT Agro Alam Nusantara (PT AAN).

Dia menjelaskan, bahwa kebakaran tersebut terjadi di lahan warga yang akhirnya disegel oleh pihak kepolisian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). "Dan bukan di area tanaman sawit perusahaan,"katanya.

Dijelaskannya, bahwa terjadi mispersepsi dan informasi yang kurang akurat karena lahan yang terbakar milik warga dan bersertifikat. "Pihak perusahaan justru dimintai tolong oleh warga untuk membantu memadamkan api," kata Djuaman.

Menurut dia, kebetulan ketika kebakaran lahan itu terjadi di sekitar area perusahaan PT SUM, PT PLD, dan PT AAN, sehingga perusahaan spontan mengerahkan staf untuk membantu pemadaman api.

Secara kronologi dijelaskan bahwa kebakaran lahan warga di sebelah area tanaman sawit PT SUM terjadi pada 23 Juli 2018. Lahan yang terbakar seluas 5 hektare itu milik warga bernama Polo dan memiliki legalitas surat hak milik (SHM).

PT SUM justru menurunkan 55 personel dari tim pemadam kebakaran bersama dengan staf dari kepolisian dan TNI setempat untuk m emadamkan api. Demikian juga kebakaran di lahan warga yang bersebelahan dengan area tanaman sawit PT PLD.

Kebakaran terjadi pada 13 Agustus 2018 di tanah milik Pendi dan Samsiar, warga setempat. Perusahaan dimintai bantuan untuk memadamkan api dan menerjunkan 145 personel dari tim pemadam kebakaran perusahaan bersama polisi dan TNI berusaha untuk memadamkan api di lahan warga seluas 200 hektare.

Kebakaran di lahan warga itu berhasil dipadamkan pada 24 Agustus 2018. Kapolda dan Pangdam juga telah menginspeksi lahan warga yang terbakar itu. Kemudian tim KLHK juga melakukan peninjauan dan memasang plang penyegelan di lahan warga tersebut.

Djuaman juga mengklarifikasi mispersepsi yang timbul dari insiden kebakaran di lahan warga di dekat area tanaman sawit PT AAN. Dia menjelaskan, pada 15 Agustus 2018, kebakaran terdeteksi di area di luar batas-batas area tanaman sawit PT AAN di lahan milik Suroso, warga setempat.

Warga kemudian meminta bantuan dari perus ahaan untuk memadamkan api pada 16 Agustus 2018. Sebanyak 40 personel dari regu pemadam kebakaran PT AAN bersama polisi, TNI, dan Manggala Agni berupaya memadamkan api sampai 27 Agustus 2018 untuk memastikan api benar-benar padam.

Bahkan setelah kejadian itu, PT AAN menerima surat penghargaan dari kepala desa Mekar Sari yang berterima kasih atas bantuannya untuk memadamkan api. Karena itu, pihaknya menilai pemberitaan yang kurang akurat perlu diklarifikasi karena kebakaran terjadi adalah di lahan warga.

"Warga sendiri yang mendatangi kami untuk meminta bantuan guna memadamkan, bahkan ada surat pernyataan dari warga," katanya.

"Namun, kemudian timbul pemberitaan yang kurang akurat bahwa area tanaman sawit perusahaan disegel, padahal hal itu tidak benar. Secara total, ketiga anak usaha Gama Plantation telah membantu memadamkan tujuh insiden kebakaran lahan warga di sekitar perusahaan."

Ketiga perusahaan mengerahkan total 279 staf den gan 29 unit pompa serta masing - masing lima unit excavator dan traktor pertanian serta peralatan pendukung lainnya untuk membantu memadamkan kebakaran yang berbeda di lahan sekitar area yang ditanami sawit oleh ketiga perusahaan tersebut.

Selanjutnya, pada 28 Agustus 2018, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi 27 tersangka baru dalam insiden kebakaran lahan warga di Kalimantan Barat, dan sejauh ini tidak ada indikasi terkait dengan perusahaan sawit. [idr]

Baca Juga:
Presiden Jokowi minta dukungan Ceko untuk sawit RI tetap masuk EropaESDM apresiasi Pertamina perluas penjualan Solar campur 20 persen minyak sawitMengupas kendala di balik penerapan B20 di IndonesiaMenko Darmin soal penerapan B20: Ini pertaruhan negara, kita tidak main-mainKemenhub sebut penerapan B20 masih harus ada penyesuaianGenap berusia 25 tahun, Sinar Mas resmikan nama baru bisnis oleokimia
Topik berita Terkait:
  1. Kelapa Sawit
  2. Kebakaran Hutan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Kemenko PMK tegaskan tak ada korban meninggal akibat malaria di Lombok

  • Kemenko PMK intensifkan koordinasi penanganan malaria di Lombok

  • Asian Para Games 2018 jadi kesempatan volunteer semakin mengenal atlet difabel

Rekomendasi

Sumber: Berita Kalimantan Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »