GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

80 Persen listrik Kalimantan Barat masih diimpor dari Malaysia, ini ...

80 Persen listrik Kalimantan Barat masih diimpor dari Malaysia, ini ...

Merdeka > Uang …

80 Persen listrik Kalimantan Barat masih diimpor dari Malaysia, ini ...

Merdeka > Uang 80 Persen listrik Kalimantan Barat masih diimpor dari Malaysia, ini sebabnya Kamis, 4 Oktober 2018 14:47 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo Pembangkit listrik. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyiapkan strategi pengurangan impor listrik dari Sarawak, Malaysia, guna memenuhi kebutuhan energi listri k di wilayah Kalimantan Barat. Salah satunya dengan gencar membangun infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit.

BERITA TERKAIT
  • Bantu korban bencana di Palu, pemerintah datangkan kapal pembangkit listrik
  • Wapres JK: Pemerintah kirim genset dan perbaikan gardu induk listrik
  • Wali Kota Depok desak pengembang Aruba Residence berikan hak listrik warga

"Saat ini PLN tengah gencar membangun infrastruktur untuk pembangkit. Artinya impor kita lakukan untuk memenuhi daya sambil terus membangun untuk kemandirian energi. Kita tahu pembangkit di Malaysia menggunakan air. Bisa saja di sana kering karena faktor alam dan kita bisa ekspor listrik," ujar GM PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur, seperti dikutip dari Antara di Pontianak, Kamis (4/10).

Dia menyebutkan saat ini ketika siang hari listrik yang dinikmati masyarakat di Kalbar terutama di jaringan Sistem Khatulistiwa 80 persen diantaranya dari Malaysia. " Awal impor pertama kita mendapat daya 150 Mega Watt (MW). Namun karena respon pelanggan terus meningkat dengan dibangunnya hotel, mall, pusat bisnis dan lainnya sehingga beban naik. Kini impor mencapai 180 MW sampai 210 MW. Sisanya daya yang menjadi kebutuhan dipenuhi dari pembangkit kita sendiri," papar dia.

Dia menjelaskan adanya impor listrik dari Sesco Sarawak, Malaysia dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. "Listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat terus meningkat sehingga untuk memenuhi kebutuhan yang ada dilakukan impor sejak dua tahun silam. Sebelum 2016 lalu Kalbar defisit daya," kata dia.

Richard menegaskan impor yang ada hanya untuk sementara karena PLN sendiri sudah berkomitmen untuk membangun pembangkit di sejumlah daerah di Kalbar untuk memenuhi kebutuhan daya sendiri. "Kita menyakini suatu saat impor bisa dihentikan. Bahkan mungkin dalam dua atau tiga tahun mendatang impor sudah tidak ada lagi," kata dia.

Dia melanjutkan, di Singkawang, tahun ini pembangkit yang sudah uji coba ada 2 x 50 MW atau totalnya 100 MW siap masuk sistem. "Kemudian awal tahun depan ada lagi 50 MW. Kita juga membangun gardu induk untuk distribusi listrik ke pelanggan," jelas dia.

Menurutnya beban puncak terbesar di Kalbar masih di Kota Pontianak. Hal itu karena Kota Pontianak sebagai pusat pemerintahan provinsi Kalbar dan pusat bisnis di daerah itu.

"Kita terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan dan kemandirian listrik di Kalbar. Bahkan juga mendukung pemerintah dalam penggunaan EBT untuk mengurangi pembangkit yang menggunakan diesel. Saat ini penggunaan pembangkit di luar diesel sudah di atas 50 persen di Kalbar," jelas dia.

[bim]

Baca Juga:
PLN bebaskan biaya penyambungan listrik korban bencana Palu dan DonggalaBantu korban bencana di Palu, pemerintah datangkan kapal pembangkit listrikWapres JK: Pemerintah kirim genset dan perbaikan gardu induk listrikWali Kota Depok desak pengembang Aruba Residence berikan hak listrik wargaPMN PLN dipangkas, ada desa yang tertunda nikmati listrikESDM bantah Rupiah melemah akibat sektor listrik dalam negeriWarga Depok menjerit, listrik komplek perumahan diputus pengembang
Topik berita Terkait:
  1. Krisis Listrik
  2. Pembangkit Listrik
  3. Infrastruktur
  4. PLN
  5. BUMN
  6. Ekonomi Indonesia
  7. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Gempa Palu

  • OJK minta perbankan tunda penagihan dan beri kemu dahan kredit korban bencana Sulteng

  • Sri Mulyani: Pelemahan Rupiah bukan karena bencana alam, tapi faktor eksternal

  • Alat berat masuk di Palu Utara, Basarnas kembali evakuasi 4 jenazah tertimpa bangunan

Rekomendasi

Sumber: Berita Kalimantan Barat

No comments