Kongo Belajar Restotasi Lahan Gambut ke Kalimantan Barat | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kongo Belajar Restotasi Lahan Gambut ke Kalimantan Barat

Posted by On 10:31 AM

Kongo Belajar Restotasi Lahan Gambut ke Kalimantan Barat

Kongo Belajar Restotasi Lahan Gambut ke Kalimantan Barat Reporter:

Antara

Editor:

Tulus Wijanarko

Senin, 29 Oktober 2018 09:47 WIB
Berkah Purun di Lahan Gambut

Berkah Purun di Lahan Gambut

TEMPO.CO, Pontianak - Republik Kongo menjadikan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai referensi restorasi gambut. "Kita sangat bersyukur karena Kalbar menjadi barometer serta menjadi daerah referensi untuk restorasi lahan gambut bagi neg ara lain. Hal ini tentu membuktikan Kalbar menjadi perhatian dunia," kata Gubernur Kalbar, Sutarmidji di Pontianak, Senin, 29/10.

Saat menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo yang diwakili oleh Arlette Soudan-Nonault, di Kalbar, ia menyebutkan bahwa Kalbar memiliki 1,7 juta hektare lahan gambut. Dia mengatakan bahwa di lahan gambut bisa ditanam talas yang juga bisa diterapkan di Kongo.

Sebab, makanan utama warga Kongo adalah umbi-umbian. “Nah di Pontianak ini ada satu tanaman umbi-umbian atau talas yang ditanam sekitar lahan gambut,” kata dia. Talas ditanam di kedalaman enam meter dan bisa menghasilkan 20 sampai 25 ton per hectare.

Selain talas, tanaman Aloe vera (lidah buaya) juga bisa tumbuh di lahan gambut. Terutama yan berada di deklat garis Khatulistiwa, bisa tumbuh berkisar 2 hingga 3 kilogram. “Ini juga bisa dimanfaatkan warga negara Republik Kongo untuk memanfaatkan lahan gambut disana," kata Su tarmidji.

Arlette Soudan-Nonault mengatakan, restorasi gambut di Kongo itu dilakukan untuk melindungi hak masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam di area gambut. Selain itu juga untuk memelihara tata cara tradisional mereka dan mengimplementasikan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) dalam aktivitas bersama masyarakat lokal.

Dengan adanya restorasi gambut tersebut, maka akan membantu mereka memanfaatkan lahan gambut secara berkelanjutan. Juga mengembangkan metode yang tidak merusak lahan. Mereka juga menegaskan komitmen untuk melawan perubahan iklim dan mempromosikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai prioritas utama.

"Pertemuan ini merupakan sangat penting bagi negara kami (Republik Kongo). Jadi kami juga melakukan perjanjian tripartit antara Indonesia, Republik Demokratik Kongo dan Republik Kongo untuk penanganan lahan gambut dan resefasinya," kata dia.

ANTARA

Lihat Juga


Terkait
  • Budidaya Kopi Liberika dan Madu Rasa Asam di Lahan Gambut

    Budidaya Kopi Liberika dan Madu Rasa Asam di Lahan Gambut

    50 hari lalu
  • Cegah Pembakaran Lahan Gambut, BPPT Kembangkan Produk Biopeat

    Cegah Pembakaran Lahan Gambut, BPPT Kembangkan Produk Biopeat

    9 Agustus 2018
  • Berebut Lahan Gambut di Rawa Tripa

    Berebut Lahan Gambut di Rawa Tripa

    2 Juli 2018
  • Pemetaan Gambut, BIG Pakai Metode Juara Indonesian Peat Prize

    Pemetaan Gambut, BIG Pakai Metode Juara Indonesian Peat Prize

    3 Februari 2018
  • Rekomendasi
  • Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    6 jam lalu
  • Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    7 jam lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    8 jam lalu
  • Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    9 jam lalu
  • Foto
  • Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    2 hari lalu
  • Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    3 hari lalu
  • Mengenal Berbagai Tradisi yang Digelar di Boyolali Pada Oktober

    Mengenal Berbagai Tradisi yang Digelar di Boyolali Pada Oktobe r

    3 hari lalu
  • Dukutan, Tradisi di Kaki Gunung Lawu yang Terus Dilestarikan

    Dukutan, Tradisi di Kaki Gunung Lawu yang Terus Dilestarikan

    3 hari lalu
  • Video
  • Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    Berkeliling Putrajaya, Kota Be rkonsep Masa Depan

    3 hari lalu
  • Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    3 hari lalu
  • Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    11 hari lalu
  • Menjelajahi Kuliner Legendaris Bogor

    Menjelajahi Kuliner Legendaris Bogor

    11 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Adat Suku Semende, Berburu Babi untuk Menjalin Kekerabatan

  • 2

    Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka November

  • 3

    Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

  • 4

    Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan Nomadic Tourism

  • 5

    Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

  • Fokus
  • Beda Pandangan Politik, Pendukung Trump Kirim Sejumlah Bom Pipa

    Beda Pandangan Politik, Pendukung Trump Kirim Sejumlah Bom Pipa

  • Harapan Tersisa soal Putusan Bawaslu DKI soal Videot   ron Jokowi

    Harapan Tersisa soal Putusan Bawaslu DKI soal Videotron Jokowi

  • Sunjaya Ditahan, Nasib Pemerintahan di Pundak Plh Bupati Cirebon

    Sunjaya Ditahan, Nasib Pemerintahan di Pundak Plh Bupati Cirebon

  • MRT Ingin Ambil Jalur Gemuk, Transjakarta Ngotot  Bertahan

    MRT Ingin Ambil Jalur Gemuk, Transjakarta Ngotot Bertahan

  • Terkini
  • Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

    Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

    5 jam lalu
  • Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    6 jam lalu
  • Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    7 jam lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    8 jam lalu
  • Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    10 jam lalu
  • Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

    Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

    11 jam lalu
  • Adat Suku Semende, Berburu Babi unt   uk Menjalin Kekerabatan

    Adat Suku Semende, Berburu Babi untuk Menjalin Kekerabatan

    15 jam lalu
  • Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan Nomadic Tourism

    Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan Nomadic Tourism

    15 jam lalu
  • Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

    Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

    16 jam lalu
  • Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Di   buka November

    Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka November

    18 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Lion Air JT 610 Seharga 1,7 Triliun Rupiah Hanya Terbang 3 Bulan

    Masa bakti pesawat tipe B 737 8 Max dengan Nomor Penerbangan JT - 610 milik Lion Air seharga 1,7 triliun rupiah berakhir hanya dalam tiga bulan saja.

    Sumber: Berita Kalimantan Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »