Sutarmidji Nilai Pembangunan Kalbar Belum Optimal Selama Ini, Ini ... | Liputan 24 Kalimantan Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sutarmidji Nilai Pembangunan Kalbar Belum Optimal Selama Ini, Ini ...

Posted by On 4:47 PM

Sutarmidji Nilai Pembangunan Kalbar Belum Optimal Selama Ini, Ini ...

Sutarmidji Nilai Pembangunan Kalbar Belum Optimal Selama Ini, Ini Yang Jadi Alasannya

54 desa masuk kategori desa maju, 342 desa kategori desa berkembang dan 1.600 desa kategori desa tertinggal.

Sutarmidji Nilai Pembangunan Kalbar Belum Optimal Selama Ini, Ini Yang Jadi AlasannyaTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINOGubernur Kalimantan Barat Sutarmidji

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK â€" Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menilai pembangunan Kalimantan Barat tidak berjalan optimal selama ini.

Hal ini merujuk pada data bahwa hanya ada satu desa masuk kategori d esa mandiri dari total 2.036 desa yang ada di Kalimantan Barat.

54 desa masuk kategori desa maju, 342 desa kategori desa berkembang dan 1.600 desa kategori desa tertinggal.

"Kalbar ni kondisinya sekarat,” ungkapnya.

Baca: Tuntut Warga Malaysia Dihukum Mati, Jaksa Tak Pernah di Hubungi Pihak Pemerintah Malaysia

Baca: Rusman Ali Lantik Kades Antar Waktu Sungai Itik

Mantan Wali Kota Pontianak ini menegaskan perlu terobosan-terobosan guna mempercepat pembangunan di wilayah Kalbar.

Keterlambatan pembangunan di Kalbar, kata dia, hanya bisa dikejar melalui formulasi kebijakan dan program pembangunan yang tepat.

“Untuk mempercepat pembangunan daerah dari pinggiran, pemerintah provinsi memang harus mendukung ketersediaan anggaran belanja langsung dengan porsi layak ke setiap desa,” terangnya.

Menurut dia, rasio support anggaran belanja langsung ke desa harus diukur dengan nilai tukar belanja petani.

“Saat ini, ketimpangan kemiskinan selama ini lebih besar terjadi di kalangan masyarakat petani,” imbuhnya.

Midji sapaan akrabnya memutuskan kebijakan bahwa anggaran belanja langsung paling kurang 20 persen harus ada di desa. Tingkat penurunan kemiskinan di Kalbar sangat kecil dari tahun ke tahun. Hanya bergerak di angka 0,01 persen.

“Eksploitasi potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki Kalbar selama ini terkesan lamban dan tidak maksimal. Kapal tangkap yang dimiliki nelayan kita saat ini rata-rata hanya mampu menjangkau 4 mil. Harusnya bisa sampai 12 mil,” katanya.

“Ke depan, kenyataan ini tentunya harus dibenahi agar tangkapan ikan maksimal. Kapal tangkap nelayan yang ada saat ini tidak mendukung untuk melakukan penangkapan ikan dengan cakupan jelajah luas,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino Editor: Dhita Mutiasari Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Fakta Terbaru Video Asusila UIN Bandung, Perekam Seorang Wanita hingga Suaranya 'Bocor' Sumber: Berita Kalimantan Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »